Translate

Sabtu, 14 November 2015

YOLO (You Only Live One)

Perlakukanlah semua temanmu itu dengan hal - hal yang membuat mereka senang. Jangan sesekali melakukan hal yang membuat mereka bersedih dan termenung sendirian. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang di ciptakan dari tanah. Semua kesempurnaan itu milik Tuhan semata. Jangan lah sekali-kali kalian beranggapan kalau kalian itu lebih berkuasa, lebih pintar, lebih dari segalanya. Penindasan terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan itu sangatlah tidak bermoral dan tidak punya etika sama sekali. Renungkanlah sejenak tingkah laku atau perbuatan yang telah kalian perbuat di dunia ini. Ingatlah, hidup hanyalah sekali (YOLO) kawan. Segeralah perbaiki amal perbuatan kalian sebelum semuanya terlambat dan menyesal kemudian. Saya sangat tidak begitu suka dengan orang yang melakukan perbuatan pembulian terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan itu. Tapi, harus bagaimana lagi mereka yang di buli dan yang membuli merupakan makhluk ciptaan Tuhan juga. Jadi, perlakukanlah mereka dengan sama layaknya kalian menyayangi orang tua, sahabat maupun orang terkasih kita lainnya :). 

~salam hangat, sampai bertemu esok~

Kamis, 12 November 2015

Bullying Demi Lovato







Saya yakin apa yang ada dipikiran anda ketika melihat foto di atas: “Wanita cantik, sexi dan tentunya apabila anda seorang lelaki, anda pasti tidak keberatan untuk berpacaran dengannya. Tentu saja Anda tidak salah, Demi Lovato adalah seorang artis dan penyanyi yang sangat terkenal diusianya yang masih belia, 19 tahun. Anda mungkin mengenalnya dari beberapa single yang menjadi hits di radio seperti: Skycraper dan Fix a Heart. Jutaan wanita di dunia akan berbuat apa saja untuk bisa menjadi seperti dia. Namun, apakah Demi bahagia?







Apakah orang yang bahagia akan mencoba untuk memotong urat nadi di tangannya? Tentu saja tidak, as you can see by the pictures : Demi Lovato is not happy at all. Pada tahun 2010, Demi menghentikan konser internasionalnya bersama Jonas Brothers dan juga berhenti dari perannya sebagai “Sonny Munroe” di serial sitkom “Sonny with a Chance” yang sangat populer dikalangan remaja. Pada saat itu, para pengamat Hollywood dibuat bingung setengah mati oleh artis cantik ini, karena di tengah popularitasnya yang sedang menanjak, Demi malah mengambil langkah yang dapat menghancurkan kariernya. Alasan mengapa Demi melakukan langkah kontroversial itu adalah karena Demi mengalami apa yang disebutnya sebagai “physical and emotional issue” yang belakangan diketahui berupa depresi dan bulimia. Karena itu, ia mencoba untuk menyembuhkan diri dengan tinggal di tempat rehabilitasi selama tiga bulan.




Semua berawal dari kelas 7th Grade, setara dengan kelas 2 SMP di Indonesia, Demi Lovato di-bully oleh teman-teman sekolahnya. Ia yang saat itu masih kanak-kanak dan innocent diledek sebagai: “Cewe Gemuk” oleh tidak hanya satu, tapi banyak teman yang menyebutnya demikian. Memang itu hanya dua kata yang sederhana, tapi siapa sangka dua kata tersebut terekam kuat di otak Demi, bahkan mempengaruhi hidupnya sampai sekarang.


Sejak usia 12 tahun (baca: dua belas tahun), Demi membenci tubuhnya. Ia menjadi seorang penderita eating disorder yang semakin lama semakin berkembang menjadi bulimia. Bagi yang belum tahu, Bulimia adalah gangguan pola makan yang serius, dimana seseorang makan makanan dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat dan kemudian dia membersihkan diri dari makanan tersebut dengan cara memuntahkan kembali makanan tersebut atau dengan menelan obat pencahar. Hal ini diakibatkan oleh keinginan kuatnya untuk menjadi kurus.


Dengan menjadi artis, tidak membuat hidup Demi lebih baik, bahkan sebaliknya. Ia semakin kehilangan kepercayaan diri dan malu akan tubuh yang menurutnya ‘gemuk’ tersebut. Pola pikir ini membuat Demi mengadakan konser dalam keadaan lapar, kehilangan suara karena muntah, dan dalam keadaan paling buruk, ia muntah lima kali dalam sehari. “it was just blood in the toilet“ ujar Demi. Demi pun merasa risih dengan papparazi yang selalu ada di sekitarnya. Bahkan Demi merasa depresi apabila papparazi tersebut mengambil fotonya dengan angel yang buruk, sehingga ia kelihatan lebih gemuk. Depresi ini mengantarkan Demi untuk mulai berkenalan dengan alkohol dan mulai menyayat-nyayat tangannya dengan benda tajam. Menurut Demi, ini adalah cara untuk keluar dari kecemasan dan depresi yang dialaminya. “It was a way of expressing my own shame, of myself, on my own body” kata Demi. 






Demi Lovato, seperti dapat dilihat pada foto-foto diatas, tidak lagi gemuk. Namun, apakah itu dapat membuat luka yang ditorehkan teman-teman disekolahnya dulu, menghilang? Apakah ia sekarang dapat merasa nyaman dengan tubuhnya? Apakah ia dapat menemukan kepercayaan diri kembali?


Jawabannya adalah tidak. Karena menjadi kurus bukanlah solusinya. Apa yang terluka bukanlah fisik luarnya Demi, tapi di dalamnya: hatinya. Walaupun ia telah menjadi artis, dipuja akan kecantikannya, bahkan jutaan wanita ingin menjadi seperti dirinya, namun tetap saja pengalaman di-bully oleh teman-teman sekolah menghantui hidupnya. Entah sampai kapan.






Walaupun saat ini Demi telah menyelesaikan program rehabilitasi, Demi mengakui bahwa ia masih berusaha keras untuk sembuh dari bulimia dan depresi yang dialaminya. “It hasn’t been easy, but it starts with a commitment to yourself. Your mind. And your soul. And trust me, I’m still working at it!!” kata Demi di twitternya.






Bullying merupakan fenomena yang sangat sering terjadi dari zaman dulu hingga sekarang. Bullying sudah sangat lumrah dilakukan oleh anak SD, SMP dan SMA. Bullying seperti sengaja dibiarkan tanpa ada tindakan yang berarti dari para guru dan orang tua untuk memarahi murid atau anaknya yang melakukan bully. Tidak ada yang tahu bahwa seseorang yang menjadi korban bullying, mungkin ia ikut tertawa diluar, namun menangis di dalam. Siapa yang menyangka bahwa ledekan yang sering kita dengar atau kita lakukan sehari-hari, dapat mempengaruhi hidup seseorang sedemikian jauh, mungkin untuk sementara atau untuk selama-lamanya.






Dari kisah hidup Demi Lovato, kita dapat menarik pelajaran yang sangat berharga mengenai dampak bullying terhadap kehidupan seseorang. Akhir kata, saya ingin mengutip salah satu ayat alqur’an yang saya ambil dari Surah Al-Hujurat:


“Dan janganlah kalian panggil memanggil dengan gelar yang buruk.” (QS. Al-Hujurat: 11)


Semoga menginspirasi!






Sumber :


Rabu, 11 November 2015

Planning Datawarehouse

Pada saat mahasiswa akan melakukan Tugas Akhir, mereka akan di bingungkan oleh masalah database nya yang terjadi karena mereka (mahasiswa) masih belum bisa melepaskan pemikiran dari proses perancangan basis data.
Sebagaimana kita ketahui bahwa data yang disimpan dalam data warehouse adalah data historis berorientasi subjek yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan bagi manajemen. Artinya data tersebut harus kita susun sedemikian rupa sehingga dapat dianalisis menjadi berbagai informasi yang dibutuhkan manajemen saat proses pengambilan keputusan.
Oleh karena itu, tahap pertama dari perancangan data warehouse adalahmendefinisikan informasi-informasi apa saja yang dibutuhkan oleh manajemen. Supaya kebutuhan ini dapat didefinisikan dengan tepat, maka pemahaman akan peran dan tugas manajemen yang membutuhkan informasi tersebut mutlak harus dilakukan lebih dulu. Jika sudah dipahami, selanjutnya kita hanya tinggal “menjawab” pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Siapa yang membutuhkan informasi dari data warehouse?
  • Informasi apa saja yang dibutuhkan tersebut?
  • Seperti apa layout dan isi informasi-informasi itu?
  • Kapan informasi tersebut digunakan?
  • Untuk keperluan apa?
  • Basis data apa yang menjadi sumber untuk informasi tersebut?
Sebagai contoh, misalkan akan dibuat sebuah data warehouse penjualan (atau data mart penjualan tepatnya) untuk sebuah perusahaan dagang.
  • Siapa yang membutuhkan informasi dari data warehouse?
    Manager Pemasaran
  • Informasi apa saja yang dibutuhkan Manager Pemasaran?
    Barang apa yang paling banyak terjual di lokasi tertentu sepanjang tahun
    Barang apa yang paling banyak memberikan pendapatan sepanjang tahun
  • Seperti apa layout dan isi informasi-informasi itu?
    Barang yang paling banyak terjual di lokasi tertentu sepanjang tahun


    Barang yang paling banyak memberikan pendapatan sepanjang tahun







  • Untuk keperluan apa informasi tersebut?
    Dasar untuk menentukan strategi penjualan barang
  • Kapan informasi tersebut digunakan?
    Awal periode penjualan
  • Basis data apa yang menjadi sumber untuk informasi tersebut?
    Basis data penjualan dengan skema sebagai berikut:
    1. Barang (#kode_barang, nama_barang, kelompok, satuan, harga)
    2. Kategori (#kelompok, sub_kategori, kategori)
    3. Pelanggan (#kode_cust, nama_cust, alamat, kota, kode_pos, telepon)
    4. Lokasi (#kode_pos, kelurahan, kecamatan)
    5. Penjualan (#no_faktur, #kode_barang, qty)
    6. Pembayaran (#no_faktur, tanggal, total, discount, #kode_cust)

Tahap berikutnya yang harus dilakukan adalah menentukan measure dandimension untuk semua informasi yang dibutuhkan manajemenMeasureadalah data numerik yang akan dicari jejak nilainya, sedangkan dimension adalah parameter atau sudut pandang terhadap measure sehingga dapat mendefinisikan suatu transaksi.
Sebagai contoh, untuk informasi “barang yang paling banyak terjual di lokasi tertentu sepanjang tahun”,
  • Measure: total penjualan
  • Dimension: barang, tahun (waktu/periode), lokasi
Sedangkan untuk informasi “barang yang paling banyak memberikan pendapatan sepanjang tahun”,
  • Measure: total pendapatan
  • Dimension: barang, tahun (waktu/periode)
Dimension mempunyai hirarki. Penentuan hirarki untuk dimension ini sepenuhnya tergantung kepada proses drill down dan roll up yang ingin dilakukaan saat melakukan OLAP (OnLine Analythical Processing) nanti.
Untuk contoh diatas, hirarki masing-masing dimension adalah:
  • Barang: nama barang, sub-kategori, kategori
  • Periode: minggu, bulan, tahun
  • Lokasi: kelurahan, kecamatan, kota
Sedangkan layout dan isi informasinya dapat ditunjukkan oleh gambar berikut ini:












Perancangan model konseptual data warehouse adalah tahap berikutnya yang harus dilaksanakan setelah tahap penentuan measure dan dimension. Pada tahap ini dibuat suatu model yang dapat menggambarkan data atau tabel apa saja yang akan disimpan dalam data warehouse, berikut keterhubungan diantaranya.
Data atau tabel dalam data warehouse tersebut dapat dimodelkan dengan menggunakan alat bantu pemodelan seperti  E-R diagramstar schemasnowflake schema, atau FCO-IM (Fully Communication Oriented Information Modelling). Tetapi pada umumnya alat bantu yang digunakan adalah star schema atausnowflake schema.
Star schema akan menggambarkan fact table, yaitu tabel yang merepresentasikanmeasure, sebagai “pusat data”. Tabel ini nantinya akan terkoneksi dengan tabel-tabel yang mendeskripsikan dimensi untuk measure tersebut (dimension table). Sebagai contoh, star schema untuk data warehouse penjualan adalah:















Snowflake schema merupakan perbaikan dari star schema, sehingga cara penggambarannya pun mirip. Bedanya, satu atau beberapa hirarki yang ada padadimension table dinormalisasi (dekomposisi) menjadi beberapa tabel yang lebih kecil. Sebagai contoh,

















Disini. merupakan sebuah video tentang konsep dasar tabel dimensional;




Tahap terakhir dari perancangan data warehouse adalah membuat rancangan skema data warehouse, yaitu kumpulan objek-objek basis data seperti tabel,view, indeks, dan objek lainnya yang mendeskripsikan suatu data warehouse.
Sebagai contoh, rancangan skema untuk data warehouse Penjualan yang akan diimplementasi dalam MySQL adalah:
Tabel SalesFact









Tabel Barang








Tabel Periode









Tabel Lokasi









View Datacube (untuk keperluan OLAP)
















Di sini, merupakan contoh video building mini data warehouse for creating cube :





Perlu diketahui, rancangan skema yang dihasilkan pada tahap ini pada umumnya sudah mengikuti format DBMS yang akan digunakan. Pada beberapa DBMS, seperti Oracle atau SQL Server misalnya, disediakan fasilitas maupun wizzard untuk membantu merancang dan mengimplementasi skema data warehouse ini.

sumber : 
http://www.damanconsulting.com/company/articles/dwplanning.htm
http://www.slideshare.net/kaqfa/planning-data-warehouse